my journey in earth

Tampilkan postingan dengan label my jurnalism photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my jurnalism photography. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

jembatan khas masyarakat pundong-bantul yogyakarta

oto ini di ambil tahun 1999 pas awal awal kuliah dengan negative ilford pan 150, stok lama,sekarang sudah ngga ada lagi jembatan2 yang setiap musim hujan hilang ke bawa arus sungai......dan muncul lagi ketika musim kemarau.sejak satu tahun stelah foto ini di ambil jembatan2 sudah berubah menjadi jembatan beton permanen,mmmm, tapi sehabis gempa jogja 2 tahun yg lalu belum ke tempat ini lagi,apakah jembatannya yang bton masih utuh atau tidak


sholawat rodat ,tradisi yang semakin terpuruk

Kesenian Rodat merupakan salah satu kesenian tradisi di kalangan ummat Islam. Kesenian ini berkembang seiring dengan tradisi memperingati Maulid Nabi di kalangan ummat Islam. Kesenian ini menggunakan syair atau syiiran berbahasa arab yang bersumber dari Kitab Al-Berzanji, sebuah kitab sastra yang masykur di kalangan ummat Islam. Isi dari sholawat rodat adalah bacaan sholawat yang merupakan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW.
sholawat rodat islam kuno yang masih bertahan hingga saat ini


Sesuatu yang khas dari kesenian ini ialah tarian yang mengiringi syair (yang dilagukan) dan musik rebana yang dinyanyikan secara bersama-sama (berjamaah). Tarian inilah yang disebut dengan “rodat”. Tarian ini ditarikan dengan leyek (menari sambil duduk). kesenian ini sudah jarang saya lihat ,dulu ketika saya masih SD kesenian ini cukup ramai dan menarik perhatian ,setiap datang ke tempat nenek ,saya cukup trenyuh juga kata penduduk pemuda2 nya sudah ga ada yang bisa memainkan shalawat ini ,kebetulan ketika saya memotret seluruh peserta shalawan manula hmmm....



Kamis, 14 Juli 2011

tembakau :produksi demi sesuap nasi



pagi hari yang cerah di kota yang dijuluki kota pelajar....kota sepeda **duluu** ...kota gudeg...nah yang terakhir ini yg asli dr kota yang bernama yogyakarta hadiningrat...kota pelajar, kota seniman....
berangkat untuk mencoba menyusuri jalan di pinggiran kota jogja sampai daerah candi boko dan candi ijo yang misteriushingga nyasar ke daerah yang saya lupa namanya,disitu ada batu yang konon hanya ada di dasar samudera,bentukan dr bebatuan vulkanik purba, dari situ saya mencoba menyusuri jalan2 dengan hamparan sawah yang luas hingga ada satu bangunan yang menarik perhatian saya/sebuah bangunan yg mirip pabrik, disitu terdapat tulisan cukup eye catching...karena ukurannya cukup besar.....tulisan 1951...kemungkinan tahun di bangunnya bangunan bekas gudang milik belanda ini. dengan jendela yang beberapa berlubang,kusam dan kotor..yang konon dari dulu sampai sekarang fungsinya tidak berubah ::: untuk tempat gudang dan pengolahan tembakau mulailah saya melihat2,bercakap2 dengan beberapa pekerja yang hampir semuanya ibu2....hingga mereka akrab dengan saya,dari situ saya mulai minta ijin memotret kegiatan para perempuan petani tembakau ini **ngepas2in hari kartini aja hehe**


tembakau yang telah di press di dalam gudang koperasi

pintu utama gudang pabrik pengepakan tembakau dengan desain kuno nya

sepeda para pekerja gudang


bagi masyarakat sekitar dan menurut ibu2 petani ini tembakau adalah emas hijau yang menjadi sumber utama penghidupan mereka. Kondisi lahan yang tandus membuat mereka hanya bisa melakukan dua kali masa tanam selama satu tahun. Masa tanam padi saat musim hujan dan tembakau saat kemarau. Jika kemaraunya sudah parah, lahan hanya dibiarkan bero (tak terurus)."Kami tidak mungkin meninggalkan tembakau karena itu warisan leluhur. Tembakau menjadi komoditas penting, bahkan untuk sesajen kami menggunakan tembakau," kata ibu sumiyem ,salah satu petani yang selama melihat lihat dia yang saya ajak ngobrol.

gudang tembakau yang telah di press

memisahkan tembakau kualitas bagus dan yang rusak


pengepresan tembakau untuk selanjutnya dikirim ke pabrik rokok




di injak injak....sebelum proses pengepresan 
di pabrik inilah tembakau di keringkan, kemudian di pilah2 **quality control** setelah itu barulah di pack dengan alat press tradisional peninggalan jaman penjajahan belanda yang selanjutnya tembakau di kirimkan ke beberapa produsen rokok besar, diantaranya PT Djarum kudus untuk bahan dasar rokok kretek, karena tembakau di daerah ini menurut beberapa petani disitu merupakan tembakau kualitas satu dan terbaik untuk bahan dasar rokok kretek,tetapi kini mereka cukup was was dengan naiknya pajak tembakau dan di tambah lagi dengan kontroversi di mana tembakau di haramkan oleh sebuah lembaga agama,pasrah hanya itulah jawaban2 mereka

Jumat, 29 April 2011

beringhardjo traditional market

beringharjo traditional market
take pict :december 2001
ilford pan 150 push to 300


Beringharjo traditional markets, one of the icons of tourism in the city malioboro yogyakarta - Indonesia
These merchants began preparations to sell about 3 o'clock in the morning waiting for the buyer until 9 o'clock in the morning, this is the portrait of the activities in the Beringharjo traditional market.